Beberapa Tanda Awal Kehamilan Setelah Berhubungan Intim

Beberapa Tanda Awal Kehamilan Setelah Berhubungan Intim

Bagi Pasutri (Pasangan Suami Istri), kehamilan menjadi salah satu keajaiban yang mereka dambakan.  Namun, kadang banyak Pasutri yang belum mengetahui tanda-tanda kehamilan awal setelah berhubungan intim, dan tetap melakukan kegiatan sehari-harinya (misalnya : bekerja) tanpa memperdulikan kesehatan calon ibu, dan secara tidak langsung hal ini bisa menjadi resiko tersendiri kepada calon bayi (janin). 

Karena itu, tespek.com akan membagikan Beberapa Tanda Awal Kehamilan Setelah Berhubungan Intim, agar para Pasutri bisa mempersiapkan dan memprioritaskan Calon Ibu dan Bayi mereka, agar keduanya tetap sehat, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (misalnya : cacat, keguguran dll).


-          Keluarnya Darah Implantasi

Proses kehamillan akan dimulai dari proses pergerakan Embrio selama 10 hingga 14 hari, kemudian mulai menempel pada dinding rahim.  Tanda-tanda awal embrio sudah berhasil menempel pada dinding rahim adalah keluarnya darah Implantasi / Flek yang biasanya mirip dengan darah haid. 

Sebagai catatan, Implantasi adalah proses menebalkan dinding rahim, untuk tempat berkembangnya janin. Jika Embrio gagal menempel, maka dinding rahim akan menipis, sehingga darah yang keluar disebut menstruasi (embrio keluar bersamaan dengan darah).

Perbedaan antara darah Haid dan darah Implantasi adalah warna darahnya. Jika warna darah ahid biasanya merah gelap, maka darah Implantasi biasanya berwarna Pink Segar. Jika anda merasa darah Implantasi yang keluar, segera cek dengan Tespek, atau segera cek ke bidan / dokter / puskesmas / rumah sakit terdekat.

-          Peningkatan Suhu Tubuh

Jika suhu basal tubuh wanita naik dari suhu normal, bisa jadi ini adalah tanda-tanda awal kehamilan. Biasanya, suhu tubuh normal wanita adalah sekitar 35.5 – 36 derajat celcius, sedangkan pada saat tubuh sedang memproses kehamilan, biasanya akan mengalami kenaikan kurang lebih 0.5 derajat celcius.

-          Kram Perut

Jika dibandingkan rasa nyeri / kram yang terjadi menjelang menstruasi, intensitas nyeri / kram yang terjadi pada saat perubahan hormon dan implantasi biasanya lebih ringan dan tetap. Sehingga, jika Calon Ibu cukup peka dengan hal ini, maka akan langsung tahu bahwa ada yang tidak normal pada tubuhnya, dan kemungkinan besar adalah tanda kehamilan.